::It’s All About Me ::

Just another WordPress.com weblog

Tersedia DVD AMA Supercross Seri Terbaru ( 2008 )

DVD AMA SUPERCROSS 2008 SERI 2
AMA Supercross 2008 kembali bergulir. Setelah Seri pertama di Anaheim California, kini giliran Phoenix Arizona menjadi tuan rumah event supercross paling bergengsi di dunia di adakan. Kali ini sebagai Juara AMA Supercross 2007, James Steward di tuntut menang setelah di seri pembuka sebelumnya secara tidak di duga kalah dari rivalnya Chad Reed. Bagaimana perjuangan James Steward dan mampuhkah dia membalas kekalahannya di Anaheim? Semua akan terjawab dalam DVD Supercross Seri 2.

So, tunggu apa lagi buruan pesan.

Title : DVD AMA SUPERCROSS SERI 2

Price : Rp.50.000

Ongkos kirim : Khusus Pulau jawa tidak ada ongkos kirim namun untuk di luar pulau jawa Rp. 7000.

Carannya bisa pesan melalui Telpon ke : 081380930910 ato 021.92586091 ( lody )

Dijamin bukan penipuan.

January 16, 2008 Posted by | 1, SPORT | Leave a Comment

celebrate

Perjalanan panjang liga champions 2007 berakhir di athena. Akhir manis di rengkuh AC Milan dengan di angkatnya trophy Liga champions oleh Paolo Maldini. Melangkah dari babak ke tiga kualifikasi liga champion seakan-akan sangat berat. langkah tersendat milan di liga itali seakan turut berimbas pada penampilan anak-anak asuhan ancelloti di liga champion. Raihan kemenangan Ac Milan atas lawan-lawannya di raih dengan susah payah dan tentunya membuat para milanisti cemas. Keteguhan mental para pungawa milan yang di isi oleh para pemain yang sarat pengalaman mampu memberikan hasil kongkrit dalam pertandingan demi pertandingan yang mereka lalui. Setelah lolos dari babak kualifikasi mereka sepertinya mendapat keuntungan dari hasil undian grup yang menempatkan mereka di grup yang “empuk”. Road to athens, serasa ringan di penyihan grup namun tidak di babak knock out. Para pemain milan bergantian menjadi penentu di setiap pertandingan, hal ini mencermikan bentuk nyata sebuah tim yang solid baik secara individu maupun secara tim.

Knockout

Bila kita tarik ulur kebelakang, penampilan milan di babak knock out saat melawan bayer munich dapat di katakan sebagai faktor mental yang mungkin hanya di miliki tim sekalas milan. kedudukan 2-2 di kandang sendiri membuat milan di ujung tanduk namun kejelihan sang allenatore ancelloti dalam meramu strategi dapat di terjemahkan Maldini, cs di lapangan. bertandang di kandang bayer munchen tidak membuat mereka (pemain milan, red) takut namun sebaliknya mereka memberikan perlawanan yang berujung pada kemenangan 2-0. hal serupa mereka tunjukan pada pertandingan melawang si setan merah dari inggris Manchester united. Kemenangan agregat yang fantastis MU terhadap wakil itali yang lain (As Roma) malah membuka mata ancelotti bagaimana cara menghadapi MU. MU pun dapat di lalui dengan dua pertandingan tandang kandang yang menurut sebagian pengamat bola di eropa di jadikan salah satu dari pertandingan terbaik tahun ini.

Faktor Kaka

Bila di cermati dari permainan milan, semua orang akan sependapat bila ingin menang sama milan, satu jawabannya “matikan kaka”. Gol demi gol yang di sarangkan di gawang lawan membuktikan betapa berbahayannya gelandang serang rossoneri tersebut. torehan 10 gol di liga champion musim ini menjadi bukti dari ketajaman kaka izacson. Gosip kepindahannya ke real madrid dan barcelona sepertinnya tidak menggangu kosentrasinya dalam permainan. malahan membuktikan kepiawaiannya dalam mengocek si kulit bundar. Oleh karenanya setiap tim yang bertemu dengan milan, sudah terbiasa kita melihat kaka di marking sangat ketat oleh lawan. hal ini dapat kita lihat di pertandingan final di mana seakan-akan kaka tidak di beri kesempatan untuk menyentuh bola. namun bukan kaka namanya jika tidak dapat melepaskan umpan diri dari ketatnya kawalan lawan. umpan yang brillian di teruskan dengan sontekan khas fillipo inzaghi seakan menamatkan perlawanan liverpool. Bercermin dari kekalahan yang mereka dapat dari tim yang sama pada tahun 2005 membuat ancelotti tidak mau membuat kesalahan yang sama.

Midfielder

Raihan gol yang minim dari para penyerang milan di tutupi dengan penampilan yang memukau dari para pemain tengahnya. kaka, ambrosini, pirlo, gattuso, dan seedorf bergantian menjadi pengatur tempo permainan milan saat menghadapi liverpool di final. menghadapi gerard,cs seakan milan kurang berkembang di lini tengah. namun hal ini sepertinnya yang di harapkan ancelotti. “Bertahan dan serangan balik”, ujar ancheloti. penguasaan bola livepool, tidak di ikuti dengan hasil yang di harapkan. malahan pada babak pertama milan lebih banyak mendapat shout on target 2 berbanding 1 dengan liverpool. pola 4-3-2-1 yang di terapkan ancelloti sungguh menyulitkan para gelandang untuk memberikan umpan matang ke kotak pinalti milan. begitupun dengan ruang tembak gerard cs dari luar pinalti seakan membentur tembok yang sulit di tembus. Mengawali pertandingan dengan menempatkan lima gelandang di barisan tengah, Jermaine Pennat dan Boudewijn Zenden sebagai sayap, Sang kapten Seven gerard berdiri tepat dibelakang Dirk Kuyt yang malam itu digadang sebagai penyerang tunggal Liverpool seakan lebih menggunguli para lini tengah Milan yang di isi oleh Pirlo Cs. Diawali pelanggaran terhadap kaka di luar kotak 16, Inzaghi berhasil membelokan arah bola hasil tendangan bebar Andrea Pirlo. kedudukan 1-0 ini bertahan sampai turun minum. Menyadari ketinggalan satu gol, membuat Rafael Benitez menerapkan serangan frontal ke gawang AC milan yang di kawal Dida. Namun lagi-lagi Inzaghi membuktikan malam itu menjadi miliknya setelah lolos dari perangkap offsite yang di teruskan dengan sontekan yang tidak dapat di jangkau Pepe reina. Gol Inzaghi pada menit 82 ini seakan tinggal menunggu waktu bagi milan untuk berpesta. Sempat memperkecil ketinggalan lewat sundulan kuyt pada menit 89, namun sudah terlambat untuk memaksa overtime. Walaupun kami bermain bagus dan menguasai permainan, namun hasil yang kami inginkan tidak kami peroleh, tutur striker liverpool asal belanda Dirk kuyt.

Bukti Inzaghi

Setelah di dera cedera di awal musim, Pippo seakan terlupakan, kesempatan demi kesempatan yang di berikan Ancelloti perlahan-lahan membuat ia kembali mempeoleh sentuhannya. pencapaian yang kurang memikat di liga seri A, seakan turut terbawa di saat dia tampil di liga champion. sebelum pertandingan final, pippo hanya berhasil mencetak dua gol sepanjang sembilan pertandingan. Namun Ancelloti tidak memiliki pilihan lain lagi sebab penampilan Gilardino tidak kunjung memuaskan hati ancelloti. Dilihat dari usia memang pippo sudah tergolong uzur namun tidak boleh di lupakan bahwa segudang pengalaman yang dia miliki membuat dia sudah teruji secara mental untuk menghadapi partai penting. Pentabisan pippo sebagai pemain terbaik partai final merupakan ganjaran setimpal untuk dua gol yang di ciptakannya.

Hasil akhir 2-1 menjawab keraguan kemampuan milan setalah di timpah kasus pengaturan skor di liga domestik. Acungan jempol bagi para pemain dan pelatih dan juga para milanisti di selurah dulia. Congratulation milan.

 

May 24, 2007 Posted by | SPORT | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.